hadiah untuk yang bjak sana
permpuan KU di titik nadir,....
berkeluh seorang wanita pada ku
... anak ku,.
terlampau besarkah perasaan mu untuk tidak bergidik dari sebuah percobaan.
aku, hanya ingin melihat mu berdiri di atas tebing kemungkaran yang pernah kau lalui...
aku hanya inggin sedikit kebahagian mu yang mungkin saat ini masih tertunda...
anak ku bangun lah di kala mata ku masih ingin melihat mu bukan dalam tensi yang tinggi
tapi cukup dengan kebahagiaan yang sederhana saja\
anak ku....
bangunlah,
kibaskas selimut jingga mu yang tak pasti
...itu hanya dalam nafsu dan igau.... semu... mu
medio september 2010
Sabtu, 18 September 2010
Jumat, 17 September 2010
kail yang semakin basi....
ada juntaian tali kail di sepanjang alur yang sebentar lagi kering tersiram cahaya remang pelita siang, mata-mata masih asyik mengawasi gemuruh riang penjaga masih asik dengan gaplek-gaplek nya yang mulai lusuh, anak kecil itu kembali kencing di hilir rakit membuat ciprakan sendiri,sampai tetes air di kemaluan nya malu untuk keluar...
tali kail masih engan bergoyang, padahal sudah lima lintingan yang di hisap habis ...heran padahal tidak menikmati lintingan yang pertama, tembakau yang ku beli di seberang masjid, sama dengan lintingan nipah kakek dulu yang tembakau dan timbanganya sama, 500 perak untuk 1 0ns nya...kakek memang jeli dengan tembakau nya, sedang kan rasanya sama saat kering tiba dikala gemuruh hujan yang mungkin akan datang..
tali kail masih dengan posisi yang tenang 2 jam lalu...
mulai bosan dengan ini
mulai ingin beranjak dari tepian kering yang tadi di kencingi bocah
tak patut sabar lagi dengan kodisi ini, akh...sial ikan nya mungkin lari, mungkin sudah mulai engan dengan umpan basi yang masih terkait di mata kail yang memang mungil....
di jui lagi dengan gamang dan harapan yang makin memenuhi rongga kiri birahi...
jelang pagi...nada Ilahi, mulai datang mengangu mimpi yang memang sunyi...ada daun kering titipan angin jatuh menampar dingin, surya pun datang tali kail masih lesu tak bergidik masih dengan basi yang sangat basi...
sapaan tubuh paksa lari-dan terus berlari, besok telah tiba...mari mandi dan gosok gigi....
hihi diam-diam....ada yang yang usil dengan umpan basi ....akh...hanya mimpi.. tak paham
tali kail masih engan bergoyang, padahal sudah lima lintingan yang di hisap habis ...heran padahal tidak menikmati lintingan yang pertama, tembakau yang ku beli di seberang masjid, sama dengan lintingan nipah kakek dulu yang tembakau dan timbanganya sama, 500 perak untuk 1 0ns nya...kakek memang jeli dengan tembakau nya, sedang kan rasanya sama saat kering tiba dikala gemuruh hujan yang mungkin akan datang..
tali kail masih dengan posisi yang tenang 2 jam lalu...
mulai bosan dengan ini
mulai ingin beranjak dari tepian kering yang tadi di kencingi bocah
tak patut sabar lagi dengan kodisi ini, akh...sial ikan nya mungkin lari, mungkin sudah mulai engan dengan umpan basi yang masih terkait di mata kail yang memang mungil....
di jui lagi dengan gamang dan harapan yang makin memenuhi rongga kiri birahi...
jelang pagi...nada Ilahi, mulai datang mengangu mimpi yang memang sunyi...ada daun kering titipan angin jatuh menampar dingin, surya pun datang tali kail masih lesu tak bergidik masih dengan basi yang sangat basi...
sapaan tubuh paksa lari-dan terus berlari, besok telah tiba...mari mandi dan gosok gigi....
hihi diam-diam....ada yang yang usil dengan umpan basi ....akh...hanya mimpi.. tak paham
Langganan:
Postingan (Atom)