Rabu, 12 Oktober 2011

mari berpikir dan menetapkan ukuran


kawan ku, Berpikir adalah pekerjaan kita sehari-hari. Namun sayangnya, kebanyakan manusia hanya menggunakan sedikit sekali potensi berpikir.Bahkan, masih banyak orang yang belum mengerti proses berpikir tersebut.dalam konteks berfikir tiga hal yang akan muncul adalah,
 pertama  menghadirkan ilmu yang harus diingat-ingat setelah terlupa dan hilang.manusia tidak terlepas proses belajar yang integral kurikulum juga hadir dalam wawasan pengalaman, yang harus tetap terjaga bukan hanya sebagai  bukan hanya  monumen dalam otak yang harus di ingat sekedar kenangan yang telah berlalu, yang terkadang hanya membuat kita bisa tertawa, atau  hanya senyum-senyum simpul sendiri. tetapi menjadi  wawasan ilmu itu sebagai cerminan.
kedua, melihat dengan mata hati pada hal yang dipikirkan, kawan ku,  kita tidak harus meliat persoalan yang kita hadapi hanya dengan pikiran yang rasional dengan alasan realistis saja, cobalah kita sesekali kita mengunakan pendekatan hati, dalam filafat sering di ungkapkan dengan bahasa nadhar, apabila secara terus meneruskan sistem berfikir demikian, kawan ku akan menemukan pencerahan hati, bahkan ini yang sering menjadikan sebagai kebijaksanaan yang luar biasa(amin).
ketiga, manusia berfikir untuk mencapai sesuatu yang baik, Sementara semuanya memilki proses, proses dan terus berproses, terkadang harus memulai  jalan hidup yang mungkin belum di dapatkan dengan jalan hidup yang sebelumnya, kawan ku ,pada masa seperti ini sebaiknya kita menyeberang dari suatu hal ke hal yang lain; dia menyeberang dari hal yang dipikirkannya menuju ke pengetahuan ketiga. Yang disebut dengan pengetahuan ketiga ini adalah tujuan dalam i’tibar itu...ingatlah kita harus segala proses akhir pada pikiran yang selalu untuk hijrah..walau kita harus meninggalkan zona yang sudah aman..dan pada akhirnya kita akan sampai pada batasnya, sampai pada ukuran-ukuran yang telah di tetapkan.
“… dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqaan:2).......“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar:49)

semoga menjadi hikmah untuk , untuk mu, untuk kita yang mengagungkan kebenaran

kota baru ,ptk, 27/01/11