permpuan KU di titik nadir,....
berkeluh seorang wanita pada ku
... anak ku,.
terlampau besarkah perasaan mu untuk tidak bergidik dari sebuah percobaan...
aku, hanya ingin melihat mu berdiri di atas tebing kemungkaran yang pernah kau lalui...
aku hanya inggin sedikit kebahagian mu yang mungkin saat ini masih tertunda...
anak ku bangun lah di kala mata ku masih ingin melihat mu bukan dalam tensi yang tinggi
tapi cukup dengan kebahagiaan yang sederhana saja\
anak ku....
bangunlah,
kibaskan selimut jingga mu yang tak pasti
...itu hanya dalam nafsu dan igau.... semu... mu
bulan ke lima 2010
Jumat, 10 Desember 2010
indonesia gak nyambung
diam-diam aku mulai tertarik dengan negara indonesia dengan berbagai predikat yang unik dan membuat kita bangga, ya kita mesti bangga, dengan kebangaan terhadap negeri ini kita akan menjadi mencintainya...hehe cinta tanah air...patriotik.
tapi pernah ngak kalo kita mikirin kebangaan setiap simbol yang ada di negeri ini.
klo ada pernyataan bahwa negeri kita adalah negeri surga, pasti tanpa komando kita bakalan sepakat dengan hal tersebut...iya kan
trus...klo ada pernyataan yang mengatakan klo negara kita adalah negara dengan kekayaan yang mewakili setiap kekayaan yang ada di planet bumi, mukin kita akan mengatakan, so pasti...
trus klo ada pernyataan negara kita semenjak orang kulit putih menginjakan kakinya ketanah nusantara sampai sekarang dengan kondisi masyarakatnya masih dijajah, wah mungkin akan menimbulkan hiruk pikuk baru dan mungkin berjibaku untuk memprotes pernyataan tersebut...gini cerita na sampai aku berfikir jorok seperti itu:
dulu waktu yang nulis ini lagi jadi anak kuliahan (men.. sekarang udah sarjana, meski masih ngangur), sempat beda pendapat klo yang namanya indonesia itu merdeka ato belum merdeka. sebelum lanjut aku minta maaf deh ama mereka yang mungkin tersakiti dengan ni tulisan, ok... maafin aku yah..
pernah ngak kepkiran ama kalian klo negeri yang di pimpin oleh seorang presiden yang berkedudukan di istana merdeka, jakarta pusat entu...merupakan lanjutan Hindia belanda pada zaman ne2k n kakek kita masih belia, sampai sekarang masih sama aja cuman sekarang kita di kolonial kan ma bangsa sendiri...
faktanya ringan nya gini...
kebetulan penulis nyebutin istana merdeka...entu gedung punya sejarahnya sendiri yang kemudian dipakai oleh para pemimpin kita sebagai simbol negara merdeka. sejarahnya begini :
" Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden dan selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 2.400 meter persegi, oleh arsitek Drossares. Istana Negara juga dikenal dengan nama Istana Gambir.
Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak saat itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana Merdeka".
nah kira2 begitu sejarah nya gedung ini....
ajaibkan bila dikatakan merdeka, klo sang pemimpin negara ini masih menduduki gedung tersebut, kemudian mengatakan bahwa dirinya adalah seorang konsekwen dengan menjalan kan UUD, tapi pada kenyataan nya malah menduduki simbol kejayaan kolonial londo di negeri ini, dan buruknya mereka juga angkuh seperti gebernur jederal masa hindia belanda yang menerapkan pendekatan militeristik sebagai pemersatu bangsa ini hihi...
itu baru gedung yang kita bicarakan, belum undang-undangnya yang juga merupakan peningalan kolonial , belum sejarahnya yang masih samar-samar dan sebagai nya, jadi kongkritnya kemerdekaan negeri ini masih di pertanyakan, secara fakta simbolitasnya maksud penulis gitu?
negeri kita sebenarnya punya opsi lain untuk mensejahterakan rakyatnya dan membesarkan namanya dengan melihat relik sejarah yang ada seperti sejarah nusantara ini sebelum londo, dai nipon dan adanya indonesia... sejarah negara kita tidak terlepas dari kekuatan militer itu kan yang sering diajarkan kepada kita sebagai memupuk patriotisme bangsa ini tapi jarang pendekatan lain yang di pakai dalam pembelajaran sejarah untuk memupuk optimisme bangsa untuk lebih maju...
kita bisa lihat sejarah sriwijaya yang menjadi negara maritim terhebat dalam babat sejarah maupun sejarah ekonomi aupun sejarah sastra dan sejarah pendidikan, dan semuaitu juga tidak terlepas dari rasa aman dan stabilitas negeri, tapi negara maritim sriwijaya lebih mendahulukan unsur lain selain militer ntuk pembangnnan negerinya,iya kan?....itu tentang sriwijaya...
trus bagai mana dengan majapahit, dengan patihnya sang pemmpi gajah mada?
negeri terbesar yang pernah ada di nusantara ini merupakan negeri agraris yang memperkuat pertahan militernya untuk penaklukan ketimbang pengutan militer untuk stabilitas negeri...tapi uninya sejarah majapahit ini di jadikan reperensi utama untuk indonesia, apa ini terkain dengan geografisnya di jawa ya, yang kebetulan ibukota negeri kita di jawa pula, yang kebetulan para pemimpinnya berasal dari sana, seandainya mungkin, peimpin negeri kita dari sumatena ato yang lain mungkinkah negeri ni akan mengadopsi sejarah sriwijaya sebagai cermin sejarah dan proyeksi kedepanbangsa ini..bangsa indonesia pernah memiliki pemimpin yang mengadopsi sejarah sriwijaya kedalam perjuangannya untuk menjsejahterkan negeri ini " BUNG HATTA" dengan jiwa ekonomi kerakyatan dan kecintaan dan kepedulian pendidikan sepabagi prioritas pembangunan..seandainya adalagi hatta yang lain....hehe gak nyambung kan dari atas kebawah...hihiiii
tapi pernah ngak kalo kita mikirin kebangaan setiap simbol yang ada di negeri ini.
klo ada pernyataan bahwa negeri kita adalah negeri surga, pasti tanpa komando kita bakalan sepakat dengan hal tersebut...iya kan
trus...klo ada pernyataan yang mengatakan klo negara kita adalah negara dengan kekayaan yang mewakili setiap kekayaan yang ada di planet bumi, mukin kita akan mengatakan, so pasti...
trus klo ada pernyataan negara kita semenjak orang kulit putih menginjakan kakinya ketanah nusantara sampai sekarang dengan kondisi masyarakatnya masih dijajah, wah mungkin akan menimbulkan hiruk pikuk baru dan mungkin berjibaku untuk memprotes pernyataan tersebut...gini cerita na sampai aku berfikir jorok seperti itu:
dulu waktu yang nulis ini lagi jadi anak kuliahan (men.. sekarang udah sarjana, meski masih ngangur), sempat beda pendapat klo yang namanya indonesia itu merdeka ato belum merdeka. sebelum lanjut aku minta maaf deh ama mereka yang mungkin tersakiti dengan ni tulisan, ok... maafin aku yah..
pernah ngak kepkiran ama kalian klo negeri yang di pimpin oleh seorang presiden yang berkedudukan di istana merdeka, jakarta pusat entu...merupakan lanjutan Hindia belanda pada zaman ne2k n kakek kita masih belia, sampai sekarang masih sama aja cuman sekarang kita di kolonial kan ma bangsa sendiri...
faktanya ringan nya gini...
kebetulan penulis nyebutin istana merdeka...entu gedung punya sejarahnya sendiri yang kemudian dipakai oleh para pemimpin kita sebagai simbol negara merdeka. sejarahnya begini :
" Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden dan selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 2.400 meter persegi, oleh arsitek Drossares. Istana Negara juga dikenal dengan nama Istana Gambir.
Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak saat itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana Merdeka".
nah kira2 begitu sejarah nya gedung ini....
ajaibkan bila dikatakan merdeka, klo sang pemimpin negara ini masih menduduki gedung tersebut, kemudian mengatakan bahwa dirinya adalah seorang konsekwen dengan menjalan kan UUD, tapi pada kenyataan nya malah menduduki simbol kejayaan kolonial londo di negeri ini, dan buruknya mereka juga angkuh seperti gebernur jederal masa hindia belanda yang menerapkan pendekatan militeristik sebagai pemersatu bangsa ini hihi...
itu baru gedung yang kita bicarakan, belum undang-undangnya yang juga merupakan peningalan kolonial , belum sejarahnya yang masih samar-samar dan sebagai nya, jadi kongkritnya kemerdekaan negeri ini masih di pertanyakan, secara fakta simbolitasnya maksud penulis gitu?
negeri kita sebenarnya punya opsi lain untuk mensejahterakan rakyatnya dan membesarkan namanya dengan melihat relik sejarah yang ada seperti sejarah nusantara ini sebelum londo, dai nipon dan adanya indonesia... sejarah negara kita tidak terlepas dari kekuatan militer itu kan yang sering diajarkan kepada kita sebagai memupuk patriotisme bangsa ini tapi jarang pendekatan lain yang di pakai dalam pembelajaran sejarah untuk memupuk optimisme bangsa untuk lebih maju...
kita bisa lihat sejarah sriwijaya yang menjadi negara maritim terhebat dalam babat sejarah maupun sejarah ekonomi aupun sejarah sastra dan sejarah pendidikan, dan semuaitu juga tidak terlepas dari rasa aman dan stabilitas negeri, tapi negara maritim sriwijaya lebih mendahulukan unsur lain selain militer ntuk pembangnnan negerinya,iya kan?....itu tentang sriwijaya...
trus bagai mana dengan majapahit, dengan patihnya sang pemmpi gajah mada?
negeri terbesar yang pernah ada di nusantara ini merupakan negeri agraris yang memperkuat pertahan militernya untuk penaklukan ketimbang pengutan militer untuk stabilitas negeri...tapi uninya sejarah majapahit ini di jadikan reperensi utama untuk indonesia, apa ini terkain dengan geografisnya di jawa ya, yang kebetulan ibukota negeri kita di jawa pula, yang kebetulan para pemimpinnya berasal dari sana, seandainya mungkin, peimpin negeri kita dari sumatena ato yang lain mungkinkah negeri ni akan mengadopsi sejarah sriwijaya sebagai cermin sejarah dan proyeksi kedepanbangsa ini..bangsa indonesia pernah memiliki pemimpin yang mengadopsi sejarah sriwijaya kedalam perjuangannya untuk menjsejahterkan negeri ini " BUNG HATTA" dengan jiwa ekonomi kerakyatan dan kecintaan dan kepedulian pendidikan sepabagi prioritas pembangunan..seandainya adalagi hatta yang lain....hehe gak nyambung kan dari atas kebawah...hihiiii
mata binar medio 2008
untuk dia yang memandang ku dengar sorot mata yang binar...aku masih ingat saat itu...sekarang dia hadir dengan romansa yang sama di setiap lelap saat ku mulai lelap dan sediap sadar saat ku tersadar....
yang jelas aku selalu cinta n sayang ma dia...
sempat terpikir oleh ku ini hanya serenade, tetapi ternyata ini lebih dari yang ku kira serenade... aku benar-benar mencintaiinya dai beberapa tahun yang lalu sampai kuhadirkan melalui tulisan ini....dia yang menatap ku dengan sorot mata yang indah dengan pertanyaan yang mungkin harus ku buktikan dan ku pahami sebagai sebuah kata takdir...aku untuk nya ataukah dia dan aku untuk bersama....
tapi aku punya sedikit kesulitan, bahkan aku sulit untuk mengatakan bahwa aku mencintainya dengan tulus bukan sebuah obsesi, juga bukan sebuah hobby...aku benarbenar mencintainya, aku hanya ingin bersamanya...
akhir2 ini aku semakin ingin mencintainya...dalam tatapan lembut, dia hadir dengan kulit yang dulu pernah ia pakai sebagai sebuah kharomah jiwanya...dia kembali dengan sujud2sujud nya yang dulu pernah juga ku lakukan saat ku ingat bahwa aku adalah sebuah ciptaan.aku semakin senang dan bangga kalo semua itu terjadi, aku bahkan siap untuk melabuhkan biduk saat dia minta sekarang...aku tidak ingin terus bermimpi...aku juga ingin bahagia seperti simbol-simbol yang lain juga bahagia...
edelweis....aku sering mengangap dia adalah edelweis, ya edelwei bunga keabadian yang banyak oleh segelintir orang rela mendapatkan setangakai bungan edelweis itu sebagai tanda cinta, aku juga melakukan hal itu...bahkan aku memberanikan diri untuk memperoleh kan bunga tersebut di puncak keramat, tapi aku gagal mempersembahkan untuknya.. tapi hal itu, tetap mempatrikan dirinya sebagai edelweis ku...bungan keabadian cinta, dari setetes mahakarya yang dititip kan kepada ku...
yang jelas aku selalu cinta n sayang ma dia...
sempat terpikir oleh ku ini hanya serenade, tetapi ternyata ini lebih dari yang ku kira serenade... aku benar-benar mencintaiinya dai beberapa tahun yang lalu sampai kuhadirkan melalui tulisan ini....dia yang menatap ku dengan sorot mata yang indah dengan pertanyaan yang mungkin harus ku buktikan dan ku pahami sebagai sebuah kata takdir...aku untuk nya ataukah dia dan aku untuk bersama....
tapi aku punya sedikit kesulitan, bahkan aku sulit untuk mengatakan bahwa aku mencintainya dengan tulus bukan sebuah obsesi, juga bukan sebuah hobby...aku benarbenar mencintainya, aku hanya ingin bersamanya...
akhir2 ini aku semakin ingin mencintainya...dalam tatapan lembut, dia hadir dengan kulit yang dulu pernah ia pakai sebagai sebuah kharomah jiwanya...dia kembali dengan sujud2sujud nya yang dulu pernah juga ku lakukan saat ku ingat bahwa aku adalah sebuah ciptaan.aku semakin senang dan bangga kalo semua itu terjadi, aku bahkan siap untuk melabuhkan biduk saat dia minta sekarang...aku tidak ingin terus bermimpi...aku juga ingin bahagia seperti simbol-simbol yang lain juga bahagia...
edelweis....aku sering mengangap dia adalah edelweis, ya edelwei bunga keabadian yang banyak oleh segelintir orang rela mendapatkan setangakai bungan edelweis itu sebagai tanda cinta, aku juga melakukan hal itu...bahkan aku memberanikan diri untuk memperoleh kan bunga tersebut di puncak keramat, tapi aku gagal mempersembahkan untuknya.. tapi hal itu, tetap mempatrikan dirinya sebagai edelweis ku...bungan keabadian cinta, dari setetes mahakarya yang dititip kan kepada ku...
5 menit
lima menit pertama ;
jalanan mulai berembun setelah tersiram berkah dari atas... masih sejuk bahkan semakin sejuk semenjak aku mulai dengan anagan dingin ku akan masa lalu ku
lima menit kedua :
anak2 mulai dengan sepeda BMX nya masing2, bak ofroder handal mereka membuat sejuk setelah hujan menjadi hiruk pikuk seru ala mereka dengan suara menderu kenalpot mulut mereka yang meraung, membahana memecah langit yang masih ingin muntah lagi....
lima menit ketiga :
aku mulai asyik dengan rokok gilingan yang ku beli satu ons di warung depan rumah, mulai asyik dengan kopi tubruk yang ku racik sendiri yang juga ku beli di warung depan rumah, suasana yang membuat kita kembali kemasa lima menit di tahun-tahun yang berlalu ketika kita se usia mereka, dengan pekik yang hampir serupa dengan kaki telanjang bersepak bola bak bintang sekelas toty masa seri A italia masih seru...di masa lima menit itu
lima menit ke empat:
lima menit terus berlalu, dengan suara bocah2 ofroder tetap meraung, dengan rokok dan kopi ku yang mulai sejuk meningalkan kehangatan di bibir hitam ku yang mulai memucat, menua dengan aktivitas yang tak mungkin ku lakukan seperti yang ku ingat dari menit ke tiga lalu
lima menit ke lima :
air-air mulai kembali tumpah ke bumi setelah lima menit,lima menit berlalu dengan riuh antara aku dan mereka yang masih bersua dengan genangan air yang mulai melumpur oleh aksi bocah2 riang.. ada suara sholawat bergema dari mulut raksasa di sebelau rumah ku, dari gedung beratap limas dengan lima corong yang kubilang mulut raksasa, seperti gema yang selalu di pekikan untuk sang perkasa sejati. hari ini hari terakhir tahun ini tahun yang banyak tidak di kenal oleh mereka yang merasa beriman, malam ini malam pergantian tahun yang ku kenal setelah 1431berlalu, besok tahun ke 1432 untuk tahun yang baru...aku hanya bisa berucap dan berharap agar 5 menit dari sekarang dan yang akan datang, "aku mendapat berkah yang berlimpah, serta rahmat yang tidak pernah putus dari dia sang pemilik nama yang sering ku dengar dari bangunan beratap limas, bercorong besar yang mengeluarkan suara2 yang Agung, aku berharap kalian juga begitu...
lima menit berikutnya :
air suci mulai membasuh muka dengan gerakan yang monoton yang di ajarkan abah ku lima menit beberapa tahun lalu yang tetap ku ingat sampai sekarang sebelu aku dan keluarga berdiri berjejer di belakang abah, yang berdiri mematung dengan gerakan yang monoton pula, kata abah kita : bersua dengan Tuhan kita hanya dengan lima menit...untuk lima waktu yang telah di wajibkan untuk ku yang harus ku sampai kan untuk kalian dan berlanjut pada lima menit untuk anak-anak mu kelak...lima menit untuk hidup mu yang memang lima menit...abah ku memang seorang yang memegang lima menitnya untuk lima waktunya.... amin
jalanan mulai berembun setelah tersiram berkah dari atas... masih sejuk bahkan semakin sejuk semenjak aku mulai dengan anagan dingin ku akan masa lalu ku
lima menit kedua :
anak2 mulai dengan sepeda BMX nya masing2, bak ofroder handal mereka membuat sejuk setelah hujan menjadi hiruk pikuk seru ala mereka dengan suara menderu kenalpot mulut mereka yang meraung, membahana memecah langit yang masih ingin muntah lagi....
lima menit ketiga :
aku mulai asyik dengan rokok gilingan yang ku beli satu ons di warung depan rumah, mulai asyik dengan kopi tubruk yang ku racik sendiri yang juga ku beli di warung depan rumah, suasana yang membuat kita kembali kemasa lima menit di tahun-tahun yang berlalu ketika kita se usia mereka, dengan pekik yang hampir serupa dengan kaki telanjang bersepak bola bak bintang sekelas toty masa seri A italia masih seru...di masa lima menit itu
lima menit ke empat:
lima menit terus berlalu, dengan suara bocah2 ofroder tetap meraung, dengan rokok dan kopi ku yang mulai sejuk meningalkan kehangatan di bibir hitam ku yang mulai memucat, menua dengan aktivitas yang tak mungkin ku lakukan seperti yang ku ingat dari menit ke tiga lalu
lima menit ke lima :
air-air mulai kembali tumpah ke bumi setelah lima menit,lima menit berlalu dengan riuh antara aku dan mereka yang masih bersua dengan genangan air yang mulai melumpur oleh aksi bocah2 riang.. ada suara sholawat bergema dari mulut raksasa di sebelau rumah ku, dari gedung beratap limas dengan lima corong yang kubilang mulut raksasa, seperti gema yang selalu di pekikan untuk sang perkasa sejati. hari ini hari terakhir tahun ini tahun yang banyak tidak di kenal oleh mereka yang merasa beriman, malam ini malam pergantian tahun yang ku kenal setelah 1431berlalu, besok tahun ke 1432 untuk tahun yang baru...aku hanya bisa berucap dan berharap agar 5 menit dari sekarang dan yang akan datang, "aku mendapat berkah yang berlimpah, serta rahmat yang tidak pernah putus dari dia sang pemilik nama yang sering ku dengar dari bangunan beratap limas, bercorong besar yang mengeluarkan suara2 yang Agung, aku berharap kalian juga begitu...
lima menit berikutnya :
air suci mulai membasuh muka dengan gerakan yang monoton yang di ajarkan abah ku lima menit beberapa tahun lalu yang tetap ku ingat sampai sekarang sebelu aku dan keluarga berdiri berjejer di belakang abah, yang berdiri mematung dengan gerakan yang monoton pula, kata abah kita : bersua dengan Tuhan kita hanya dengan lima menit...untuk lima waktu yang telah di wajibkan untuk ku yang harus ku sampai kan untuk kalian dan berlanjut pada lima menit untuk anak-anak mu kelak...lima menit untuk hidup mu yang memang lima menit...abah ku memang seorang yang memegang lima menitnya untuk lima waktunya.... amin
Sabtu, 18 September 2010
Uma'
hadiah untuk yang bjak sana
permpuan KU di titik nadir,....
berkeluh seorang wanita pada ku
... anak ku,.
terlampau besarkah perasaan mu untuk tidak bergidik dari sebuah percobaan.
aku, hanya ingin melihat mu berdiri di atas tebing kemungkaran yang pernah kau lalui...
aku hanya inggin sedikit kebahagian mu yang mungkin saat ini masih tertunda...
anak ku bangun lah di kala mata ku masih ingin melihat mu bukan dalam tensi yang tinggi
tapi cukup dengan kebahagiaan yang sederhana saja\
anak ku....
bangunlah,
kibaskas selimut jingga mu yang tak pasti
...itu hanya dalam nafsu dan igau.... semu... mu
medio september 2010
permpuan KU di titik nadir,....
berkeluh seorang wanita pada ku
... anak ku,.
terlampau besarkah perasaan mu untuk tidak bergidik dari sebuah percobaan.
aku, hanya ingin melihat mu berdiri di atas tebing kemungkaran yang pernah kau lalui...
aku hanya inggin sedikit kebahagian mu yang mungkin saat ini masih tertunda...
anak ku bangun lah di kala mata ku masih ingin melihat mu bukan dalam tensi yang tinggi
tapi cukup dengan kebahagiaan yang sederhana saja\
anak ku....
bangunlah,
kibaskas selimut jingga mu yang tak pasti
...itu hanya dalam nafsu dan igau.... semu... mu
medio september 2010
Jumat, 17 September 2010
kail yang semakin basi....
ada juntaian tali kail di sepanjang alur yang sebentar lagi kering tersiram cahaya remang pelita siang, mata-mata masih asyik mengawasi gemuruh riang penjaga masih asik dengan gaplek-gaplek nya yang mulai lusuh, anak kecil itu kembali kencing di hilir rakit membuat ciprakan sendiri,sampai tetes air di kemaluan nya malu untuk keluar...
tali kail masih engan bergoyang, padahal sudah lima lintingan yang di hisap habis ...heran padahal tidak menikmati lintingan yang pertama, tembakau yang ku beli di seberang masjid, sama dengan lintingan nipah kakek dulu yang tembakau dan timbanganya sama, 500 perak untuk 1 0ns nya...kakek memang jeli dengan tembakau nya, sedang kan rasanya sama saat kering tiba dikala gemuruh hujan yang mungkin akan datang..
tali kail masih dengan posisi yang tenang 2 jam lalu...
mulai bosan dengan ini
mulai ingin beranjak dari tepian kering yang tadi di kencingi bocah
tak patut sabar lagi dengan kodisi ini, akh...sial ikan nya mungkin lari, mungkin sudah mulai engan dengan umpan basi yang masih terkait di mata kail yang memang mungil....
di jui lagi dengan gamang dan harapan yang makin memenuhi rongga kiri birahi...
jelang pagi...nada Ilahi, mulai datang mengangu mimpi yang memang sunyi...ada daun kering titipan angin jatuh menampar dingin, surya pun datang tali kail masih lesu tak bergidik masih dengan basi yang sangat basi...
sapaan tubuh paksa lari-dan terus berlari, besok telah tiba...mari mandi dan gosok gigi....
hihi diam-diam....ada yang yang usil dengan umpan basi ....akh...hanya mimpi.. tak paham
tali kail masih engan bergoyang, padahal sudah lima lintingan yang di hisap habis ...heran padahal tidak menikmati lintingan yang pertama, tembakau yang ku beli di seberang masjid, sama dengan lintingan nipah kakek dulu yang tembakau dan timbanganya sama, 500 perak untuk 1 0ns nya...kakek memang jeli dengan tembakau nya, sedang kan rasanya sama saat kering tiba dikala gemuruh hujan yang mungkin akan datang..
tali kail masih dengan posisi yang tenang 2 jam lalu...
mulai bosan dengan ini
mulai ingin beranjak dari tepian kering yang tadi di kencingi bocah
tak patut sabar lagi dengan kodisi ini, akh...sial ikan nya mungkin lari, mungkin sudah mulai engan dengan umpan basi yang masih terkait di mata kail yang memang mungil....
di jui lagi dengan gamang dan harapan yang makin memenuhi rongga kiri birahi...
jelang pagi...nada Ilahi, mulai datang mengangu mimpi yang memang sunyi...ada daun kering titipan angin jatuh menampar dingin, surya pun datang tali kail masih lesu tak bergidik masih dengan basi yang sangat basi...
sapaan tubuh paksa lari-dan terus berlari, besok telah tiba...mari mandi dan gosok gigi....
hihi diam-diam....ada yang yang usil dengan umpan basi ....akh...hanya mimpi.. tak paham
Langganan:
Postingan (Atom)