Jumat, 10 Desember 2010

mata binar medio 2008

untuk dia yang memandang ku dengar sorot mata yang binar...aku masih ingat saat itu...sekarang dia hadir dengan romansa yang sama di setiap lelap saat ku mulai lelap dan sediap sadar saat ku tersadar....



yang jelas aku selalu cinta n sayang ma dia...

sempat terpikir oleh ku ini hanya serenade, tetapi ternyata ini lebih dari yang ku kira serenade... aku benar-benar mencintaiinya dai beberapa tahun yang lalu sampai kuhadirkan melalui tulisan ini....dia yang menatap ku dengan sorot mata yang indah dengan pertanyaan yang mungkin harus ku buktikan dan ku pahami sebagai sebuah kata takdir...aku untuk nya ataukah dia dan aku untuk bersama....



tapi aku punya sedikit kesulitan, bahkan aku sulit untuk mengatakan bahwa aku mencintainya dengan tulus bukan sebuah obsesi, juga bukan sebuah hobby...aku benarbenar mencintainya, aku hanya ingin bersamanya...



akhir2 ini aku semakin ingin mencintainya...dalam tatapan lembut, dia hadir dengan kulit yang dulu pernah ia pakai sebagai sebuah kharomah jiwanya...dia kembali dengan sujud2sujud nya yang dulu pernah juga ku lakukan saat ku ingat bahwa aku adalah sebuah ciptaan.aku semakin senang dan bangga kalo semua itu terjadi, aku bahkan siap untuk melabuhkan biduk saat dia minta sekarang...aku tidak ingin terus bermimpi...aku juga ingin bahagia seperti simbol-simbol yang lain juga bahagia...



edelweis....aku sering mengangap dia adalah edelweis, ya edelwei bunga keabadian yang banyak oleh segelintir orang rela mendapatkan setangakai bungan edelweis itu sebagai tanda cinta, aku juga melakukan hal itu...bahkan aku memberanikan diri untuk memperoleh kan bunga tersebut di puncak keramat, tapi aku gagal mempersembahkan untuknya.. tapi hal itu, tetap mempatrikan dirinya sebagai edelweis ku...bungan keabadian cinta, dari setetes mahakarya yang dititip kan kepada ku...

Tidak ada komentar: