Senin, 15 Agustus 2011

manajemen pembelajaran inspiratif.

Sumber ilmu pengetahuan tidak lagi terpusat pada lembaga pendidikan formal yang konvensional. Akan tetapi sumber ilmu pengetahuan akan tersebar dimana-mana dan setiap orang akan dengan mudah memperoleh pengetahuan tanpa kesulitan. Paradigma ini dikenal sebagai distributed intelligence (distributed knowledge). Fungsi guru (tenaga pendidik) pendidikan akhirnya beralih dari sebuah sumber ilmu pengetahuan menjadi mediator ilmu pengetahuan. Proses long life learning dalam dunia informal yang sifatnya lebih learning based daripada teaching based akan menjadi kunci perkembangan sumber daya manusia.Ilmu pengetahuan akan terbentuk secara kolektif dari banyak pemikiran yang sifatnya konsensus bersama. Pemahaman akan sebuah konsep akan dilakukan secara bersama. Tenaga pengajar tidak lagi dapat memaksakan pandangan dan kehendaknya karena mungkin para siswa memiliki pengetahuan yang lebih dari informasi yang mereka peroleh selama ini. Keadaan ini dikenal sebagai generation lap (kebalikan dari generation gap). Proses interaksi elektronik, diskusi melalui berbagai Internet mailing list, newsgroup, IRC, Webchat merupakan kunci proses pembentukan collective wisdom ini.Implikasinya, kurikulum tidak lagi menjadi kurikulum resmi yang rigid (kaku), akan tetapi akan selalu berubah beradaptasi dengan berbagai perkembangan sesuai dengan collective wisdom yang diperoleh dari waktu ke waktu.Akreditasi, sertifikasi dan pengakuan akan lebih banyak di tentukan oleh masyarakat profesional. Dengan kata lain masyarakat profesional yang akan menjadi penilai (quality control) dari lembaga pendidikan yang ada. Kontrol dilakukan dari kemampuan para alumni sehingga setiap lembaga pendidikan guru secara individual akan dinilai langsung oleh masyarakat profesional.Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka Departemen Pendidikan Nasional menggulirkan program sertifikasi bagi para guru (tenaga pengajar) untuk meningkatkan etos profesionalisme. Fortofolio, track record, Curriculum Vitae, Resume, referensi merupakan instrumen yang jauh lebih penting dan ampuh daripada sekedar ijasah resmi dari lembaga pendidikan. Dengan sertifikasi dan pengakuan ini, menghasilkan konsekuensi menarik bahwa seseorang dengan sertifikat nasional ini dapat bekerja dimana saja. Hal ini merupakan tantangan yang berat bagi konsep-konsep lama di lembaga pendidikan formal.Mutu pendidikan di Indonesia dewasa ini masih rendah. Human Development Indeks yang diterbitkan oleh UNDP masih menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dari beberapa negara yang disurvey dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Kenyataan lain, data yang dikeluarkan oleh International Association For The Evaluation Of Education Achievement IEEA (dalam Muhaimin 2000) menunjukkan bahwa dari 27 negara yang distudi, murid SD Indonesia berada dalam peringkat 26 dalam hal kemampuan membaca. Begitu pula pada siswa sekolah menengah dari 36 negara yang distudi, prestasi akademiknya berada pada peringkat 32 dibidang IPA dan 34 di bidang matematika. Impliklasinya, struktur tenaga kerja di Indonesia sangat menyedihkan dimana hanya 63,3 % berpendidikan SD ke bawah, sementara tiap tahun terjadi penambahan angkatan kerja baru sekitar 2 juta orang, dan yang terserap oleh lapangan kerja hanya berkisar 20 %. Jumlah pengangguran berkisar antara 37,5 juta orang.(Tilaar 2002).

Tidak ada komentar: